EMOSI YANG BERPERAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Juni 20, 2008

OLEH: DWISARI HARUMINGTYAS

Ada sembilan emosi yang berpengaruh pada saat kita mengambil keputusan,yaitu:

1.Apathy [ketidakpedulian]

2.Grief [kesedihan]

3.Fear [ketakutan]

4.Lust [ keserakahan]

5.Anger [kemarahan]

6.Pride [ kesombongan]

7.Courageous [keberanian]

8.Acceptance [penerimaan]

9.Peace [kedamaian]

Enam emosi yang disebutkan pertama merupakan emosi negatif dan tiga emosi yang terakhir merupakan emosi positif. Semakin besar kekuatan emosi positif yang digunakan saat membuat keputusan maka akan semakin baik pula kualitas dari keputusan tersebut.

Sebagai manusia biasa tentu kita tidak selalu berada dalam pengaruh emosi positif. Sekuat apapun kita berusaha, emosi negatif selalu bisa menyelinap dan mempengaruhi kita. Namun kita bisa menghindari diri dari dampak emosi negatif dengan mengambil tindakan yang tepat saat emosi negatif itu muncul. Karena itu hal cukup logis yang bisa kita lakukan adalah mengenali emosi mana yang paling mempengaruhi kita saat membuat suatu keputusan.

Setelah itu, akan lebih mudah bagi kita menentukan tindakan selanjutnya dari keputusan yang kita buat. Bila, katakanlah, ternyata kita menggunakan emosi negatif, maka jangan lakukan keputusan tersebut. Tantangannya, untuk mengenali emosi mana yang kita gunakan dalam membuat sebuah keputusan seringkali bukanlah suatu perkara yang mudah. Namun demikian, sebenarnya kita mengatasinya dengan cara yang praktis dan sederhana. Kali ini saya bermaksud memberikan beberapa tips bagi para pembaca untuk mengenali emosi mana yang mendorong sebuah keputusan yang Anda buat. Untuk itu, marilah kita melakukan latihan ringan sebagai berikut ini. Caranya mudah, untuk setiap situasi di bawah ini, temukanlah alasan mengapa Anda membuat keputusan tersebut.

Anda membeli sebuah mobil baru :

1a. Untuk meningkatkan gengsi anda

1b. Untuk memberikan kenyamanan pada keluarga

Berikut ini penjelasan untuk masing-masing pilihan : Pilihan 1a dilandasi emosi pride [ kesombongan ] sedangkan pilihan 1b dilandas dengan emosi peace [ kedamaian ]

Anda membayar tagihan:

2a. Agar layanan tersebut tidak dihentikan

2b. Karena anda menyadari hak dan kewajiban Anda

Pilihan 2a dilandasi emosi fear [ketakutan ] sedangkan pilihan 2b dilandasi emosi acceptance [peneriman ]

Anda menerima sebuah jabatan :

3a. Untuk menunjukkan kemampuan Anda

3b. Karena Anda ingin menciptakan perubahan dan perbaikan

Pilihan 3a dilandasi emosi pride [ kesombongan ] sedangkan 3b dilandasi emosi courage [keberanian ]

Untuk mengenali emosi mana yang sedang mempengaruhi Anda saat membuat keputusan sebenarnya mudah asalkan kita mengenali sifat-sifat dari masing-masing emosi. Emosi negatif mempunyai dua sifat yang cukup mudah dikenali yaitu eksploitasi energi dan labil. Karena itu, sebenarnya kita bisa segera mengenali apakah diri kita sedang berada dalam dorongan emosi negatif. Gejala-gejala fisis seperti lelah dan pusing serta gejala psikis seperti kehilangan gairah dan ketidak tenangan bisa jadi merupakan bahwa Anda sedang berada dalam pengaruh emosi negatif. Kebalikan dari emosi negatif, emosi positif justru memberikan energi dan bersifat labil.

Semangat, kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian merupakan pertanda bahwa Anda diliputi emosi positif. Tantangan yang biasanya muncul saat mengambil sebuah keputusan adalah munculnya dua emosi atau lebih baik yang bersifat negatif ataupun positif. Emosi negatif Anda mendorong untuk membuat suatu keputusan tetapi emosi positif Anda menahannya. Keinginan untuk membuat keinginan tertentu agar dapat memperoleh keuntungan pribadi bisa jadi merupakan dorongan emosi negatif. Pada kutub yang berlawanan, emosi positif anda menahannya. “ Apa kata anak- anakmu seandainya mereka tahu perbuatan ayahnya ?”

Demikian suara di dalam hati Anda. Hal sebaliknya bisa terjadi. Emosi positif Anda mendorong untuk membuat suatu keputusan tetapi emosi negatif Anda menahannya. “Berikan penghargaan pada karyawan yang rajin.” Namun emosi negatif Anda melawannya. “Itukan sudah tugasnya dia, kalau sedikit-sedikit penghargaan, lama-lama bisa bangkrut perusahaan ini.” Dua jenis emosi dari dua kutub yang berbeda beradu tiba-tiba saja ,jiwa Anda berteriak dan hati nurani Anda tersentak. Keputusan mana yang harus Anda pilih? Disatu kutub,hasrat Anda begitu menggebu. Di kutub yang lain, Anda tahu mana yang lebih benar dan tepat untuk Anda lakukan. Godaan yang paling kuat biasanya muncul dari sebuah kalimat sederhana yaitu “ Yang penting enak”. Kenikmatan dan kepuasan sesaat itulah biasanya yang menimbulkan penderitaan berkepanjangan.

Bila Anda tidak bisa memilih yang baik dari yang buruk maka mungkin Anda berada dalam dominasi emosi negatif yang luar biasa. Bila Anda bisa memilih yang baik dari yang buruk,maka Anda masih bisa mengatasi pengaruh emosi negatif. Namun pilihan yang harus Anda buat tidaklah selalu seperti memilih putih dari hitam atau memilih yang baik dari yang buruk. Bagaimana Anda bisa memilih yang paling baik dari yang baik atau lebih sulit lagi bagaimana paling baik dari yang baik atau lebih sulit lagi bagaimana Anda memilih yang buruk dari yang lebih buruk?. Sesungguhnya, hati nurani Anda mengetahuinya tantangannya,apakah Anda mau mendengarkannya? Bila Anda masih ragu, cobalah untuk melupakan sejenak apa yang sedang Anda putuskan. Carilah suasana yang baru dan berusahalah untuk menenangkan diri Anda. Mencari petunjuk yang Maha Kuasa dan berdoa dan mendekatkan diri kepada Nya tentu saja merupakan hal yang sangat baik dan dianjurkan pada saat-saat seperti ini. Setelah perasaan damai meliputi diri Anda maka Anda telah siap untuk membuat sebuah keputusan . Selamat memutuskan semoga kebaikan mengikuti Anda.


AKREDITAS SEKOLAH DAN HASIL BELAJAR

Juni 20, 2008


Makalah Sebagai Tugas Mata Kuliah Teknologi Pendidikan

Di Susun Oleh :

Kelompok 3

1. DWI WAHYUINI

NIM : 0805136119

2. DWI WIBOWO

NIM : 0805136120

3. DWISARI HARUMINGTYAS

NIM : 0805136121

PROGRAM PASCA SARJANA MANAJEMEN PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MULAWARMAN

TAHUN 2008

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan secara bertahap kearah yang kita harapkan sesuai dengan Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional maka Pemerintah melakukan pengembangan dan sekaligus membangun sistem pengendalian mutu Pendidikan melalui tiga program yang terintegritasi yaitu Standarisasi, Akreditasi, dan Sertifikasi.

Akreditasi sekolah menjadi salah satu bagian yang penting dalam upaya memperoleh informasi tentang kondisi nyata suatu sekolah berdasarkan standar minimal, dan dilakukan secara adil dan merata baik sekolah Negeri maupun sekolah Swasta.

Akreditasi dilakukan dalam rangka untuk menentukan kelayakan program dan satuan Pendidikan Sekolah pada setiap jenjang dan jenis Pendidikan. Pelaksanaan akreditasi dilakukan oleh Pemerintah dan/atau lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk Akuntabilitas Publik dalam rangka perjaninan mutu kepada publik.

Akreditas sekolah sangat perlu dilakukan sebagai Akuntabilitas kepada publik karena menggambarkan hasil yang telah dicapai oleh sekolah maupun upaya-upaya yang telah dilakukan oleh sekolah tersebut.

PENGERTIAN

Akreditasi Sekolah : Suatu kegiatan penilaian kelayakan dan kinerja suatu sekolah berdasarkan kriteria (standar) yang telah ditetapkan dan dilakukan oleh BAS (Badan Akreditasi Sekolah) yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk pengkuan peringkat kelayakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional 087/U/2002.

Kesimpulan :

- Tindakan menilai tingkat kelayakan setiap sekolah.

- Membandingkan keadaan suatu sekolah menurut kenyataan dengan kriteria (standar) yang telah ditetapkan.

- Jika menurut kenyataan lebih besar atau sama dengan standar maka dinyatakan terakreditasi.

- Jika menurut kenyataan lebih kecil daripada standar yang telah ditetapkan dinyatakan tidak terakreditasi.

- Sekolah yang terakreditasi dapat diperingkatkan menjadi tiga klasifikasi yaitu amat baik, baik, dan cukup.


TUJUAN AKREDITASI SEKOLAH

Makna Baru Inteligensi Emosional

Juni 20, 2008

Makna Baru Inteligensi Emosional

Oleh : Dwisari Harumingtyas

Ada tiga hal yang apabila dilakukan akan dilindungi Allah dalam pemeliharaan-Nya,ditaburi Rahmat-Nya dan dimasukkan ke dalam syurga-Nya,yaitu apabila diberi,ia berterima kasih,apabila berkuasa ia suka memaafkan dan apabila marah ia menahan diri (mampu menguasai diri). Hadits Riwayat Hakim dan Ibnu Hibban

Kutipan hadist di atas adalah cermin dari seseorang yang dalam istilah psikologi pendidikan dapat disebut sebagai seseorang yang mempunyai kecerdasan emosional.Ia mampu berinteraksi dengan orang lain dengan baik dan proporsional dan juga mampu mengendalikan diri dari nafsu yang liar. Apabila ditelusuri dengan seksama orang-orang yang mampu berinteraksi dengan orang lain dengan baik dan mampu mengendalikan diri tersebut memiliki “pengetahuan tentang diri”,baik diri sendiri maupun orang lain yang disebut juga “konsep diri yang positif”

Alkisah bertanyalah seorang awam kepada ahli filsafat yang arif bijaksana,”Coba sebutkan kepada saya beberapa jenis manusia yang terdapat dalam kehidupan ini berdasarkan pengetahuannya!”

Filsuf itu menarik nafas panjang dan berpantun :

Ada orang yang tahu ditahunya

Ada orang yang tahu ditidaktahu

Ada orang yang tidak tahu ditahun

Ada orang yang tidak tahu di tidaktahunya

“Bagaimanakah caranya agar saya mendapatkan pengetahuan yang benar?” sambung orang awam itu; penuh hasrat dalam ketidaktahuannya itu.

“Mudah saja,”jawab filsuf itu, ketahuilah apa yang kau tahu dan ketahuilah apa yang kau tidak tahu.

Imam Al-Ghozali mengelompokkan jenis-jenis manusia menjadi empat :

1.Orang yang tidak menyadari bahwa dirinya tidak tahu.

2. Orang yang tidak menyadari bahwa dirinya tahu.

3.Orang yang menyadari bahwa dirinya tidak tahu.

4.Orang yang menyadari bahwa dirinya tahu

Seperti apakah orang yang tidak menyadari bahwa dirinya tidak tahu tersebut? Yakni orang-orang yang benar-benar tidak tahu berbagai permasalahan seperti ekonomi,politik, sosial, pengajaran agama serta fenomena yang berkembang dan tentunya juga tidak tahu mengapa hal tersebut terjadi. Celakanya lagi ia tidak menyadari bahwa dirinya tidak tahu hal itu. Biasanya orang seperti itu biasanya justru menyombongkan diri,berlagak dan tentunya memiliki sifat keras kepala dan egoisme. Orang yang termasuk jenis pertama ini benar-benar akan sulit dididik apalagi mengembangkan diri sendiri.

Sedangkan orang yang tidak menyadari bahwa dirinya tahu adalah orang yang tahu tentang sejumlah hal seperti ekonomi,politik,ketrampilan,ahli matema tika dan bahkan bisa menghasilkan karya-karya menarik namun mereka tidak mampu mengkomunikasikan dan memanfaatkan prestasi-prestasi yang yang dimilikinya itu. Orang Indonesia banyak yang termasuk jenis ini. Orang-orang yang termasuk jenis ini mungkin memiliki IQ tinggi tetapi lemah dalam kesadaran dirinya sendiri atau terhadap orang lain. Dengan kata lain ia tidak memiliki inteligensi emosional (IE) yangnmemadai .

Lalu apakah Inteligensi Emosional itu ?

Inteligensi Emosional adalah kemampuan untuk melihat,mengamati, mengenali, bahkan untuk mempertanyakan tentang diri sendiri. Who am I ? Siapakah aku ini sesungguhnya?.Jika anak-anak dalam usia yang relatif dini sudah bertanya kepada orangtuanya ,berkenaan dengan dirinya sendiri; bagaimana saat bayi,mulai berjalan,apa kesukaannya dan bicara tentang rencana dan keinginannya,hal itu menandakan kecerdasan emosional yang dimilikinya. Lebih-lebih jika anak-anak itu mampu menahan amarah dan kekesalannya, masih dalam batas kata-kata dan sikap argumentatif tentu hal itu sesungguhnya menandakan kematangan jiwanya.

Realitas sekarang adanya perkelahian antar pelajar, kenakalan, kriminalitas dan bahkan pembunuhan yang terjadi dikalangan mereka adalah tanda dari ketidakmatangan emosi. Kemarahan yang meledak menjadi tawuran pelajar, seringkali berawal dari suatu ketidaksengajaan yang sepele. Begitu dirinya dipengaruhi oleh dendam,maka kejernihan pikiran menjadi lenyap dan terjadilah malapetaka yang merenggut masa depannya.

Selama ini kita selalu mengedepankan IQ sebagai faktor penentu kesuksesan. Ternyata berdasarkan hasil penelitian IQ hanya memberi kontribusi 20% sebagai faktor penentu kesuksesan hidup, sedangkan 80% selebihnya faktor lainnya termasuk EQ. Perbandingan antara IQ dengan EQ sbagaimana dikemukakan dalam tradisi sufi,ibaratnya seperti kuda dan penunggangnya. Jika harus memilih, biarkanlah kudanya yang buta asalkan penunggangnya dapat melihat daripada penunggangnya yang buta, yang akibatnya dapat tersesat atau terperosok ke dalam jurang. Artinya jika dihadapkan pada keadaan atau pilihan yang pelik, seseorang harus mengutamakan EQ daripada IQ. Adalah tidak mungkin dapat terjadi bahwa seseorang memehami orang lain tanpa memahami dirinya terlebih dahulu.

Daniel Goleman mengangkat kasus yang sangat tragis berkenaan dengan orang yang IQ nya tinggi tetapi sebaliknya EQ nya sangat rendah, yang merupakan tipe-tipe akademisi murni. Adalah seorang murid SMU yang cerdas, Jason H namanya. Ia memiliki cita-cita untuk memasuki universitas Harvard. Akan tetapi, kata Goleman, karena Pologruto guru fisikanya memberi nilai 80 kepada Jason dalam suatu test, akibatnya menjadi sangat fatal. Jason beranggapan bahwa dengan nilai tersebut ia akan terhalang untuk memasuki fakultas kedokteran, karena itu dengan pisau dapur ia tusuk guru fisikanya tersebut. Dapatlah dibayangkan apalah jadinya.

Apakah dengan penusukan tersebut Jason dapat memasuki fakultas kedokteran yang didambakannya itu? Jelas tidak, karena ia justru harus lebih banyak berurusan dengan aparat. Disinilah seperti dikatakan oleh Goleman, yang “pintar” itu berubah menjadi “bodoh”, karena yang diupayakan begitu lama, seperti belajar dan mendisiplinkan diri agar meraih apa yang dicita-citakn, hancur berantakan karena ketidakmampuannya dalam mengendalikan diri(nafsu) sendiri.

Model sekolah-sekolah di Indonesia kurang mengajari pada siswanya untuk merenungkan diri atau merenungkan arti kehidupan itu sendiri. Bahkan untuk disiplin keilmuan yang dekat dengan persoalan ini misalnya

Fakultas pendidikan dan psikologi juga tidak serius memperhatikan hal ini. Psikologi yang diajarkan tak lebih dari suatu transfer informasi dan ketika tiadak memiliki paradigma kehidupan maka kitapun tak lebih dari sekedar meniru. Itulah mengapa selama lima puluh tahun Indonesia merdeka justru kita mengalami kesulitan menemukan pemimpin atau birokrat yang punya jiwa kepahlawanan,yang gigih dalam berjuang dan berkorban.

Manusia yang tidak memiliki pengetahuan tentang diri pastilah akan menjadi manusia-manusia yang kerdil. Bentuk lain dari rendahnya kecerdasan emosional itu tercermin dalam”dunia pengangguran” yang menghantui kalangan akademis. Kebanyakan lulusan sekolah atau perguruan tinggi di Indonesia berfikir linier,yakni begitu ia telah lulus yang terdapat dalam benaknya hanyalah mencari kerja ke kantor-kantor pemerintah atau swasta. Mereka tidak memiliki improvisasi terhadap kemampuannya sendiri untuk menciptakan alternatif.

Inteligensi emosional pengaruhnya besar terhadap kesuksesan hidup seseorang, sudah sewajarnya perlu menyiapkan sejak masa anak-anak untuk mencapai kecerdasan emosional pada kadar yang tinggi. Kecerdasan emosional tidaklah berkembang secara alamiah, artinya seseorang tidak dengan sendirinya memiliki kematangan EQ semata-mata didasarkan pada perkembangan usia biologisnya melainkan tergantung pada proses pelatihan dan pendidikan yang kontinu. Disinilah orang tua, pihak sekolah atau lembaga pendidikan dan orang yang lebih dewasa dapat mengambil peran untuk menumbuhkan dan memupuk intelegensi emosional anak-anak kita, anak bangsa penerus generasi mendatang.

Bagaimana caranya mewujudkan dan melejitkan kecerdasan emosional pada anak kita?

1. Anak diberi kesempatan untuk mengekspresikan diri; mengartikulasikan ide, gagasan atau pendapat dan mengkomunikasikan kepada orang lain. Biarkan anak bermain dengan teman sebayanya, berdialog dengan mereka sehingga terbiasa mengemukakan pendapatnya, ide atau sikapnya tentang sesuatu.

2. Membelajari anak hidup berorganisasi dan bersosialisasi untuk mengembangkan dialek kedirian dan pematangan baik emosi atau intelek pada anak-anak kita. Jika usianya relatif matang dorong mereka untuk mengikuti kehidupan berorganisasi seperti remaja masjid, pramuka, palang merah remaja (PMR) , OSIS, kelompok karya ilmiah remaja (KKIR)dan kelompok ekskul disekolahnya. Kehidupan berorganisasi menyajikan menu bagi jiwa manusia untuk saling mengenal, bertukar pikiran, membentuk kerjasama,bahkan memecahkan konflik-konflik yang terjadi dengan cara diplomasi atau diskusi.

3. Memberikan reward atau pujian kepada prestasi anak dengan porsi yang tepat, tidak menghardik atau mencemooh pada saat anak belum menunjukkan kemampuannya seperti yang diharapkan. Memotivasi anak agar senantiasa memiliki daya juang tinggi dan pantang menyerah untuk meraih cita-citanya tetapi juga selalu memberikan hiburan kalau anak belum berhasil meraih keinginan yang telah diperjuangkan untuk membiasakan agar anak terlatih menerima kekalahan.

4. Membantu menyalurkan minat dan bakat anak pada kegiatan yang positif. Pada masa pertumbuhan anak-anak kita memiliki kelebihan energi yang harus disalurkan. Apabila tidak tersalurkan atau tersumbat maka akan menekan dan meledak sewaktu-waktu tanpa kita perkirakan sebelumnya. Orang tua yang bijak hendaknya memahami kelebihan-kelebihan pada diri anak-anaknya dan senantiasa membantu mereka menyalurkan bakat dan minatnya.

Semoga sajian ide ini dapat memberi manfaat untuk melejitkan inteligensi emosional generasi penerus bangsa ini.

MEMORY AND FORGETTING

Juni 20, 2008

MEMORY AND FORGETTING

Oleh : Dwisari Harumingtyas

Pepatah Cina kuno yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, yang bunyinya sebagai berikut :

Saya mendengar, maka saya lupa,

Saya melihat, maka saya ingat,

Saya melakukan, maka saya memahami

Pepatah tersebut sejalan dengan modalitas gaya belajar siswa yang berbeda-beda yaitu : visual ,audiotorial atau kinestesis. Karena siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda maka agar siswa memperoleh hasil belajar yang baik, seorang guru harus bervariasi dalam mengembangkan metode mengajar.

Pembahasan masalah pada makalah ini adalah :

1. Apa yang dimaksud dengan memory atau ingatan itu?

2. Sejak kapan manusia memiliki kemampuan mengingat?

3. Faktor apa saja yang mempengaruhi daya ingat?

4. Kondisi yang bagaimana menjadikan manusia lupa atau tidak ingat lagi?

5. Bagaimana proses mengingat itu berlangsung pada diri seseorang?

6. Bagaimana penerapan memory dan forgetting dalam proses pembelajaran ?

1. Pengertian Memory atau ingatan

Memory atau ingatan adalah penarikan kembali informasi yang pernah diperoleh sebelumnya. Berdasarkan lamanya waktu mengingat ada tiga macam retensi informasi yang pernah diperoleh sebelumnya untuk dapat disimpan yaitu: (1) beberapa saat saja; (2) beberapa waktu; dan(3) jangka waktu yang tidak terbatas.

Perbedaan mengingat dan menghafal

Mengingat tidak sama dengan menghafal, seorang mahasiswa S2

mungkin hafal bahan yang diujikan, sesudah ia lulus ia tidak ingat lagi

bahan itu. Jadi “ingat” selangkah lebih maju dari menghafal. Bagi

beberapa orang dengan menggunakan “kunci” atau cara tertentu

dapat memudahkan mengingat dan menghafalkan.

Menghafal atau memahami bahan sering digunakan bersama-sama. Alat bantu mengingat,diantara yang sudah diketahui adalah jembatan keledai yaitu membuat sutu kata atau singkatan yang ,mudah diingat untuk mengingat suatu yang panjang. Seperti untuk menentukan besarnya resistan pada resistor (komponen elektro) yang dibedakan atas warna yang disingkat MEJIKU HIBINIU (Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu) akan lebih mudah diingat daripada tanpa disingkat. Untuk mengingat tentang fungsi dan peranan kepala sekolah maka dihafal kata EMASLIM singkatan dari kata Educator, Manager, Administrator, Stimulator, Leader, Inovator dan Montivator.

Teknik belajar bahasa adalah resitasi yaitu pengulangan terus

menerus sehingga bukan hanya hafal akan suatu hal tapi juga

meresap dalam diri pribadi menjadi bagian hidup seseora. Hampir 80% waktu untuk belajar bahasa pada tahap awal harus digunakan ini.

Ada 3 hal yang harus dikuasai dalam belajar bahasa asing yaitu: (1)

belajar membaca dan menerjemahkan dalam bahasa sendiri; (2)

dapat menangkap pembicaraan; (3) belajar bercakap-cakap dalam

bahasa asing. Jika pan perkembangan pada usia SD menurut Piaget adalah tahap praoperasional kongkrit bahwa anak-anak sudah dapat berfikir logis terhadap sesuatu. Seorang guru yang mengajar dikelas 1 SD dengan hanya ceramah (verbalisme) dalam menerangkan konsep pertambahan pada matematika, tidak akan membuat siswa berkembang secara maksimal. Akan berbeda hasilnya apabila guru menggunakan benda kongkret sebagai media untuk menyampaikan materi misalnya memakai media lidi , jari tangan , kelereng warna warni, siswa akan mudah mengerti dan mengingatnya.

Untuk siswa yang telah memasuki SLTP pelajaran hafalan perlu ditinggalkan dan diganti dengan metode pemahaman. Hanya untuk pelajaran bahasa, terutama bahasa asing Teknik resitasi mutlak diperlukan, karena pengulangan-pengulangan terus menerus akan membuat pelajar menjadi hafal.

2. Sejak kapan manusia mulai mampu mengingat?

B elum diketahui secara pasti sejak usia kapan seorang manusia mampu mengingat. Menurut pola perkembangan Kognitif dari Jean Piaget kegiatan intelektual seperti mengingat berada pada tahap sensori motor yaitu sejak usia 0,0 – 2,0 tahun. Kegiatan intelektual pada tahap ini hampir seluruhnya mencakup gejala yang diterima secara langsung melalui indera. Seorang bayi akan hafal dan ingat yang mana ibunya melalui suara, warna suara, volume, intonasi juga sentuhan yang diterimanya melalui belaian, usapan, juga dekapan.

Dengan bertambahnya usia bayi maka bertambah pesat juga perkembangan intelektualnya.

3. Faktor faktor yang mempengaruhi daya ingat

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi daya ingat, yaitu :

1. Keadaan kesehatan seseorang. Seorang yang dalam keadaan sehat jasmani dan rohani mempunyai kemampuan mengingat yang besar dibandingkan seorang yang sedang sakit. Kemampuan untuk berkonsetrasi mempengaruhi retensi informasi.

2. Mood saat kejadian berlangsung. Mood dipengaruhi oleh suasana hati, Minat mengerjakan sesuatu tergantung pula dari motivasi baik dari dalam (intrinsik) maupun dari luar (ekstrinsik). Menumbuhkan minat dan meyakinkan bahwa sesuatu yang dipelajari itu penting dan bermanfaat bagi kehidupannya kelak akan mempengaruhi mood seseorang.

3. Kesan saat proses kejadian berlangsung. Kesan mendalam akan diperoleh seseorang melalui indera baik penglihatan, pendengaran, penciuman, pencicipan, perabaan dan tak kalah pentingnya adalah keterlibatan hati dan perasaan.

4. Adanya media dan sarana pendukung. Retensi terhadap suatu informasi dipengaruhi oleh adanya media atau alat bantu. Benda- benda nyata dapat diindera sehingga kerja otak besar untuk mengingat lebih aktif lagi.

5. Situasi dan kondisi lingkungan disekitar kita. Pengaruh lingkungan sangat penting dalam proses penerimaan informasi. Tetapi bersifat individuil. Ada yang senang dan memilih belajar saat suasana sepi dimalam hari, ada juga yang terbiasa belajar dengan ditemani suara kaset. Pada umumnya suasana yang hiruk pikuk, bising, keadaan lalu lalang, pencahayaan yang kurang akan mempengaruhi konsentrasi seseorang.

4. Kondisi yang menjadikan forgetting atau lupa.

Dalam retensi informasi seperti yang telah disampaikan di atas dibedakan ada 3, yaitu ada yang hanya beberapa saat saja, beberapa waktu saja dan jangka waktu yang tidak terbatas. Keadaan ini dipengaruhi oleh kerja otak besar kita mulai saat menerima informasi,mengolah informasi, menyimpan informasi dan menyampaikan informasi saat diperlukan. Lupa merupakan keadaan yang tidak dikehendaki, dan bisa dikatagorikan penyakit yang sulit disembuhkan. Lupa bisa dikarenakan dalam keadaan tertentu waktu bersamaan banyak informasi yang harus disimpan dan dikeluarkan sehingga tidak semuanya sesuai dengan yang diharapan. Melupakan adalah keadaan yang sengaja karena niat tertentu dan memang tidak dikehendaki lagi.

5. Bagaimana proses mengingat itu berlangsung pada diri seseorang.

Proses mengingat pada diri seseorang merupakan kerja dari sistem koordinasi sehingga terjadi perubahan dalam tubuh, yang menjadi penyebabnya adalah adanya rangsang. Adapun alat yang mampu menerima rangsang disebut indera (reseptor). Rangsangan dapat berasal dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh. Rangsangan dari luar tubuh misalnya bau, rasa pahit manis asam asin, sentuhan, cahaya, suhu, tekanan, ataupun gaya berat. Rangsangan dari dalam tubuh sendiri dapat berupa antara lain rasa lapar, kenyang, nyeri dan kelelahan. Rangsangan yang diterima oleh reseptor akan dihantarkan ke sistem syaraf pusat oleh neuron sensorik dan tanggapan akan disampaikan oleh neuron motorik ke efektor misalnya otot dan kelenjar.

Proses mengingat merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sistem saraf pusat tepatnya adalah bagian otak besar (serebrum), secara lengkap fungsi

otak besar adalah mengendalikan kegiatan-kegiatan sadar seperti belajar, berfikir, kepribadian, berbahasa dan ingatan. Oleh karena itu otak besar sangat penting peranannya dalam proses mengingat. Adanya trauma pada bagian kepala seperti benturan keras juga gangguan gangguan pada otak pada masa pertumbuhan sel otak ( sejak dalam kandungan sampai usia balita), adanya food aditif serta obat-obatan psikotropika/narkoba, akan mempengaruhi fungsi otak besar kita.

Untuk mempertinggi daya ingat agar retensi terhadap informasi lebih lama haruslah dioptimalkan rangsangan-rangsangan dari luar dan diminimalkan rangsangan-rangsangan dari dalam tubuh. Pada prakteknya disarankan sebelum belajar kesekolah siswa harus sarapan dengan porsi yang cukup, sebelum mengulang pelajaran malam hari di rumah ,perut tidak dalam keadaan terlalu kenyang ,dihindari kelelahan saat akan belajar dan mengobati penyakit yang diderita sehingga tehindar dari gangguan yang berasal dari dalam tubuh .

6. Penerapan memory dan forgeting dalam proses pembelajaran

Kemampuan untuk mengingat yang lebih maju dari pada

hafalan, ternyata masih diperlukan bagi para pembelajar dari segala

tingkatan, tentu saja guru harus pandai membuat pelajaran agar

melekat terus pada ingatan anak. Ada beberapa hal yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran yaitu :

a. Hendaknya menyampaikan tujuan pembelajaran pada awal pertemuan.

b. Menggunakan berbagai variasi dalam metode pembelajaran

c. Menggunakan bahasa dan tulisan serta simbol-simbol yang menarik dengan porsi seimbang.

d. Menggunakan alat bantu atau media pembelajaran, misalnya belajar berhitung dengan media sempoa.

e. Menjelaskan hal-hal yang dianggap penting secara berulang ulang bila perlu siswa mengulang kata kata asing/ sulit.

f. Membuat “kata kunci” agar mudah diingat.

g. Melibatkan sebanyak mungkin indera dalam proses pembelajaran.

h. Mengkondisikan kelas dalam keadaan bersih, jauh dari kebisingan, penerangan yang cukup.

BIODATA

Juni 20, 2008

BIODATA

DWISARI HARUMINGTYAS

Guru SMK Negeri 3 Samarinda

Lahir di Purwokerto,27 Pebruari 1968

Mahasiswa Magister Kependidikan

Universitas Mulawarman Samarinda Kalimantan Timur

Ibu dari empat orang anak, saat ini tinggal di Kompleks

Tridarma Unmul Blok B no. 10 Jln. D.I Panjaitan Samarinda

HP. 08125520797, E –mail : dwisariharumingtyas@yahoo.co.id

LAPTOP DAN BAHAYANYA

Juni 20, 2008

OLEH : DWISARI HARUMINGTYAS

Lap Top adalah peralatan komputer yang bersifat mobile yang dalam istilahnya dipakai dengan cara meletakkan dipangkuan atau paha para pemakainya. Istilah ini tidak selamanya benar karena pada kenyataannya cukup banyak orang yang menggunakannya dengan meletakkannya di atas meja. Memang banyak orang yang mobilitasnya tinggi memakai lap top dengan cara dipangku misalnya saja saat digunakan di dalam mobil atau di ruang tunggu bandara.


B

eberapa publikasi yang muncul di tahun-tahun belakangan ini mungkin cukup meresahkan para pengguna dengan cara tersebut, karena panas dan radiasi laptop dikabarkan punya pengaruh signifikan terhadap fungsi reproduksi pria berkaitan dengan lokasi yang dekat dengan wilayah genital dan organ testis sebagai pelaksana fungsi tersebut. Yang menjadi permasalahan sekarang juga adalah banyaknya hoax yang beredar di dunia maya, yang bisa jadi belum dapat dipastikan kebenarannya.


Laptop dan Fungsi Reproduksi

A

dalah sebuah kenyataan, bahwa ada beberapa riset yang didorong kemajuan teknologi ini kemudian memusatkan perhatian mereka terhadap hal ini, karena tak bisa dipungkiri juga, radiasi dari peralatan elektronik sedikit banyak punya pengaruh terhadap kesehatan organ tubuh kita.

Sama seperti peralatan elektonik lain yang mengandung daya radiasi tersebut,lap top juga memiliki beberapa aspek kesehatan berkaitan dengan radiasinya. Sebagai peralatan yang bersifat mobil dan [i][b]sering diletakkan di paha pemakainya[/b][/i], laptop memang menghasilkan gelombang panas yang dikeluarkan lewat alas bagian bawahnya.

Beberapa peneliti kemudian mengarahkan riset mereka pada fungsi reproduksi pria yang erat kaitannya dengan organ genitalia terutama pada pria. Menurut beberapa publikasi yang ada, meskipun belum bisa dipastikan keseluruhan kebenarannya sebagai publikasi atau sekedar hoax, suatu isu menyesatkan yang banyak beredar di internet, sebagian penelitian tersebut menyebutkan bahwa penggunaan jangka panjang laptop dengan frekuensi tinggi meletakkannya di sekitar organ genital ternyata bisa berpengaruh terhadap organ testis dan lebih lanjut mempengaruhi formasi sperma akibat tingginya temperatur di area tadi.

Berkaitan dengan sejumlah penelitian yang bisa dipastikan resmi kebenarannya, beberapa publikasi bantahan juga bukan tak pernah dilayangkan. Seorang ahli dari institusi peneliti di Universitas Pennsylvania ternyata tak menemukan pengaruh signifikan dari efek panas laptop terhadap faktor klinis gangguan fungsi kesuburan ini.

Dalam publikasi tersebut, para peneliti di institusi tersebut menjelaskan lebih lanjut bahwa efek panas laptop dengan temperatur maksimal yang dihasilkannya masih berada jauh di bawah nilai ambang temperatur yang membahayakan terhadap organ dimaksud.

Para ahli ini kemudian membandingkan besar temperatur ini dengan temperatur di sekitar ruangan sauna atau mesin sauna yang jauh lebih bisa berpengaruh walaupun tidak langsung mengarah ke organ-organ reproduksi pria.

Begitupun, mereka menyebutkan lagi bahwa frekuensi dan waktu penggunaan yang kelewat panjang sedikit banyak bisa berjalan sebagai suatu pengaruh paparan yang akhirnya bisa mengganggu fungsi reproduksi, namun tidak secara mendetil menyebutkan batas frekuensinya, dan ini masih berkaitan lagi dengan ragam produk laptop yang ada, yang belum tentu minim sama sekali proteksinya, selain misalnya bahan-bahan alas yang digunakan dalam menahan panas yang diproduksi dari aktifitas perangkat elektronik di dalamnya.

Penelitian lain yang memberikan argumentasi mereka terhadap hal ini menyebutkan bahwa penggunaan laptop di pangkuan selama kurang lebih satu jam paling tidak bisa meningkatkan[i][b] temperatur skrotum/kantung testis lebih dari 2,5 derajat Celcius,[/b][/i] yang mereka anggap sudah bisa cukup mempengaruhi fungsi utamanya dalam memproduksi sperma.

Dalam riset terpisah ini, para peneliti yang berasal dari sebuah institusi di Perancis tersebut membuat perbandingannya dengan kenaikan temperatur skrotum pria ketika mengendarai mobil. Perbandingannya, kenaikan sekitar 2,5 derajat Celcius tadi baru didapat setelah mengendarai mobil nonstop selama 2 jam namun lagi-lagi pada pembahasan selanjutnya, masih banyak faktor yang berperan dibaliknya termasuk jenis mesin mobil, jok hingga jenis pakaian yang digunakan dan sebagainya.

Secara jelas, sebuah riset lain yang memiliki skup lebih besar tentang pengaruh panas terhadap organ reproduksi mungkin lebih bisa dijadikan patokan, dimana riset yang dipublikasikan pada tahun 1999 ini menemukan adanya penurunan fungsi reproduksi sebesar sekitar 40% selama musim panas dengan titik berat penilaiannya pada jumlah serta kecepatan sperma yang aktif.

Penelitian selama beberapa tahun ini kelihatannya cukup signifikan karena mendapatkan hasil yang tak jauh berbeda dalam setiap tahunnya, dalam setiap perbandingan persentase antara musim panas dan musim dingin yang dipantau oleh para peneliti tadi.

Bagaimana Tindakan Pencegahan?

M

engingat efek dari panas yang hasilkan oleh pemakaian lap top di atas paha dalam waktu yang lama, maka yang perlu dilakukan sebagai tindakan prefentiv adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan pengaruhnya terhadap kesehatan jangka panjang.

1. Penggunaan laptop mungkin bisa dibatasi seperlunya dalam frekuensi dan waktu yang tak terlalu lama,dianjurkan untuk menghentikan aktifitas di kala daerah sekitar paha sudah terasa terlalu panas. Suhu panas diperkirakan secara manual saja.

2. Jika di sekitar Anda ada meja,maka pilihan untuk

meletakkannya di atas meja adalah hal yang lebih aman.

3. Pilihlah lap top yang ramah lingkungan, karena sudah banyak diproduksi beberapa teknologi prosesor atau perangkat tambahan yang ramah lingkungan termasuk penggunaan alas pendingin yang berfungsi mengabsorsi kalor yang dikeluarkan oleh lap top.

Laptop dan bahaya radiasi yang ditimbulkannya

Seperti kita ketahui lap top merupakan perangkat elektronik yang mengeluarkan sinar radiasi elektromagnetik. Saat ini lap top banyak dilengkapi dengan Wi-fi ( wireless fidelity ) yang lebih dikenal sebagai jaringan lokal nir kabel, yang semakin populer penggunaannya dinegara maju maupun negara berkembang. Dengan Wi-fi orang bisa masuk ke jaringan internet tanpa harus repot menyambungkan kabel dari komputer ke line telepon. Dibalik kemudahan yang ditawarkan Wi-fi ada beberapa keyakinan publik yang menganggap wi-fi berdampak negatif terhadap kesehatan, diantara bahaya yang ditimbulkannya adalah bahaya yang ditimbulkannya dapat mengakibatkan nyeri dikepala, gangguan tidur (insomania), mual-mual terutama bagi mereka yang electrosensitif.

Apakah jaringan nirkabel wireless-fidelity (Wi-Fi) benar-benar menjadi ancaman kesehatan bagi manusia.?

Pertanyaan itu muncul dan memancing perdebatan setelah Apakah jaringan nirkabel wireless-fidelity (Wi-Fi) benar-benar menjadi ancaman Panorama–program stasiun televisi Inggris, BBC–menyiarkan hasil investigasinya pada awal pekan lalu.

Menurut temuan Panorama, tingkat radiasi yang dipancarkan perlengkapan Wi-Fi pada satu sekolah di Norwich, yang memiliki lebih dari seribu murid, lebih tinggi ketimbang tingkat radiasi yang dipancarkan dari menara transmisi operator telepon seluler umumnya. Pengukuran Panorama menunjukkan kekuatan sinyal Wi-Fi di dalam ruang kelas itu tiga kali lebih kuat daripada intensitas radiasi dari menara ponsel.

Temuan ini dianggap signifikan karena anak-anak memiliki tengkorak yang lebih tipis ketimbang orang dewasa dan masih dalam tahap pertumbuhan. Pengujian menunjukkan bahwa anak-anak menyerap radiasi yang lebih banyak daripada orang dewasa.


Di perkotaan Inggris, hotspot Wi-Fi muncul bak jamur. Menurut Panorama, dalam 18 bulan terakhir ada 2 juta pengguna Wi-Fi baru. Wi-Fi digunakan pada 70 persen sekolah secondary dan 50 persen sekolah primer.

Berbeda dengan Panorama, pengukuran tingkat radiasi di sekolah Norwich itu jauh di bawah ambang batas keamanan yang dibuat pemerintah. Bahkan masih 600 kali di bawah ambang batas. Tapi sebagian ilmuwan menduga basis ambang batas itu tidak benar. Para saintis juga prihatin dengan tidak adanya penelitian tentang dampak radiasi jaringan nirkabel (Wi-Fi). Padahal untuk riset serupa pada ponsel dan menara radio ada ribuan.

Efek radiasi bagi kesehatan, menurut Profesor Olle Johansson dari Karolinska Institute in Swedia, yang diwawancarai Panorama, “Jika melihat literatur, Anda bisa temukan sejumlah efek radiasi, seperti kerusakan kromosom, berdampak pada kapasitas konsentrasi dan menurunnya memori jangka pendek, serta meningkatnya kejadian berbagai tipe kanker.”

Radiasi sangat mengganggu jaringan tubuhmanusia terutama pada kulit, telinga, mata, sistem syarafdan dapat menyebabkan gangguan sel yang menyebabkan mutasi gen. Seperti juga yang terjadi pada laptop. Alat komunikasi yang satu ini sudah membudaya penggunaannya . Selain penggunaannya kadang sembarang juga kerap kali akrab dibawa kemana-mana dan sangat akrab dengan prilaku pemilikinya.Untuk menghindari hal-hal yang tidakdiinginkan tadi sebisa mungkin kita menghindaripengaruh radiasi yang hebat pada monitor serta sistem mekanisnya. Karena dalam sebuah riset ditemukan pada 30.000 kasus pada pekerja komputer tahun 1969, menemukan kasus mayoritas yang terjadi adalah selain kanker otak juga gangguan sistem saraf pusat manusia juga menyebabkan kematian.

Lap top sebagai media penyebaran Virus

T

ernyata laptop dapat juga menimbulkan efek disentri dan penyebar virus flu. Badan kontrol dan pencegahan penyakit di Amerika Serikat tahun 2007 menyatakan komputer termasuk salah satu penyebar virus flu yang paling tinggi. Terutama di lingkungan sekolah, universitas dan perkantoran. Prosesnya sangat mudah, hanya lewat sentuhan saja atau lewat dropet (titik ludah) saat penderita bersin.

Virus flu yang bisa hidup selama beberapa hari di udara bebas itu ditularkan lewat keyboard atau mouse yang dipegang oleh penderita flu berat Jika keyboard dan mouse itu dipakai orang lain, maka besar kemungkinan orang tersebut juga akan terserang penyakit flu juga. Di sekolah Washington, 79 dari 314 murid dan 24 dari 66 staf menderita flu berat tersebut tertular lewat komputer-komputer atau lap top sekolah.•

Bahaya Lap Top Bagi kesehatan Mata

L

ayar lap top pada saat bekerja memantulkan cahaya dan sinar yang lebih tajam dari sinar sekelilingnya. Sinar tersebut akan berdampak negatif pada kesehatan mata. Bekerja dengan menggunakan lap top dalam waktu lama dan terus menerus menurunkan daya akomodasi mata dan menyebabkan mata lelah. Orang-arang yang selalu bekerja menggunakan lap top tanpa disadari akan mengeluh tentang kesehatan matanya dan akan secara berkala menjadi pasien dokter mata atau optical terdekat. Disarankan jarak layar lap top dengan mata pengguna sedikitnya 60 cm atau sekitar tiga jengkal kita.

Bagaimana cara menekan bahaya seperti tersebut di atas ?

1. Batasilah penggunaan lap top dengan menggunakan Wi-fi tidak terus menerus dan berjam-jam tanpa henti. Istirahatlah dan selingi dengan kegiatan lainnya.

2. Pastikan dan kondisikan bahwa lingkungan dimana Anda bekerja cukup terang tidak remang-remang apalagi gelap. Mata kita akan bekerja lebih keras pada kondisi kurang cahaya dibandingkan pada kondisi yang terang atau cukup cahaya.

3. Konsumsilah banyak protein berkualitas tinggi yaitu dari bahan hewani seperti susu, daging-dagingan, telur, ikan dan hasil olahannya untuk perbentukan sel baru dan perbaikan sel yang rusak akibat radiasi elektromegnetik. Tambahkanlah bahan makanan yang mengandung tinggi beta karotin atau sumber vitamin A seperti sayuran berwarna hijau, wortel juga minyak ikan.

4. Salah satu cara lain yang disarankan untuk mengurangi bahaya radiasi elektromagnetik adalah meletakkan dan menanam tananam yang dapat menyerap radioaktif seperti species Sansiviera, contohnya tanaman pedang pedangan, lidah mertua dan tanduk kuda.

LIDAH MERTUA TANDUK KUDA

SANSEVIERIA CYLINDRICA VARIGATA

5. Tidak mengoperasikan laptop dekat alat-alat vital juga area kepala.

Lap top banyak membantu kita dan tak perpisah jauh daripekerjaan kita sehari-hari, sebagai produk teknologi pastilah hadirnya membawa manfaat namun janganlah lupa bahwa dibalik banyak manfaat ada juga bahayanya. Sebanyak mungkin kita berusaha meminimalkan bahaya –bahaya tersebut agar badan kita tetap sehat dan dapat merasakan kebahagiaan yang panjang.

DAFTAR PUSTAKA

1. http://indochat.forumotion.com/pria-f3/laptop-dan-isu-kemandulan-pria-t111.ht

2. http://www.forum.lareosing.org/archive/index.php/t-1554.html

  1. http://yusdalicious.com/index.php/2007/12/25/laptop-dan-isu-kemandulan-pria/
  2. http://www.jobsklik.com/ast/itsme/artikel/190220081148151156403775.pdf
  3. http://www.beritanet.com/Technology/dampak-komputer-kesehatan.html
  4. http://yasfin.indonetwork.net/650198/lidah-mertua-sansiviera-rorentti.htm
  5. http://sensasp.wordpress.com/2007/12/13/sansiviera-lindungi-dari-radiasi/

Hello world!

Mei 18, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.