OLEH: DWISARI HARUMINGTYAS
Ada sembilan emosi yang berpengaruh pada saat kita mengambil keputusan,yaitu:
1.Apathy [ketidakpedulian]
2.Grief [kesedihan]
3.Fear [ketakutan]
4.Lust [ keserakahan]
5.Anger [kemarahan]
6.Pride [ kesombongan]
7.Courageous [keberanian]
8.Acceptance [penerimaan]
9.Peace [kedamaian]
Enam emosi yang disebutkan pertama merupakan emosi negatif dan tiga emosi yang terakhir merupakan emosi positif. Semakin besar kekuatan emosi positif yang digunakan saat membuat keputusan maka akan semakin baik pula kualitas dari keputusan tersebut.
Sebagai manusia biasa tentu kita tidak selalu berada dalam pengaruh emosi positif. Sekuat apapun kita berusaha, emosi negatif selalu bisa menyelinap dan mempengaruhi kita. Namun kita bisa menghindari diri dari dampak emosi negatif dengan mengambil tindakan yang tepat saat emosi negatif itu muncul. Karena itu hal cukup logis yang bisa kita lakukan adalah mengenali emosi mana yang paling mempengaruhi kita saat membuat suatu keputusan.
Setelah itu, akan lebih mudah bagi kita menentukan tindakan selanjutnya dari keputusan yang kita buat. Bila, katakanlah, ternyata kita menggunakan emosi negatif, maka jangan lakukan keputusan tersebut. Tantangannya, untuk mengenali emosi mana yang kita gunakan dalam membuat sebuah keputusan seringkali bukanlah suatu perkara yang mudah. Namun demikian, sebenarnya kita mengatasinya dengan cara yang praktis dan sederhana. Kali ini saya bermaksud memberikan beberapa tips bagi para pembaca untuk mengenali emosi mana yang mendorong sebuah keputusan yang Anda buat. Untuk itu, marilah kita melakukan latihan ringan sebagai berikut ini. Caranya mudah, untuk setiap situasi di bawah ini, temukanlah alasan mengapa Anda membuat keputusan tersebut.
Anda membeli sebuah mobil baru :
1a. Untuk meningkatkan gengsi anda
1b. Untuk memberikan kenyamanan pada keluarga
Berikut ini penjelasan untuk masing-masing pilihan : Pilihan 1a dilandasi emosi pride [ kesombongan ] sedangkan pilihan 1b dilandas dengan emosi peace [ kedamaian ]
Anda membayar tagihan:
2a. Agar layanan tersebut tidak dihentikan
2b. Karena anda menyadari hak dan kewajiban Anda
Pilihan 2a dilandasi emosi fear [ketakutan ] sedangkan pilihan 2b dilandasi emosi acceptance [peneriman ]
Anda menerima sebuah jabatan :
3a. Untuk menunjukkan kemampuan Anda
3b. Karena Anda ingin menciptakan perubahan dan perbaikan
Pilihan 3a dilandasi emosi pride [ kesombongan ] sedangkan 3b dilandasi emosi courage [keberanian ]
Untuk mengenali emosi mana yang sedang mempengaruhi Anda saat membuat keputusan sebenarnya mudah asalkan kita mengenali sifat-sifat dari masing-masing emosi. Emosi negatif mempunyai dua sifat yang cukup mudah dikenali yaitu eksploitasi energi dan labil. Karena itu, sebenarnya kita bisa segera mengenali apakah diri kita sedang berada dalam dorongan emosi negatif. Gejala-gejala fisis seperti lelah dan pusing serta gejala psikis seperti kehilangan gairah dan ketidak tenangan bisa jadi merupakan bahwa Anda sedang berada dalam pengaruh emosi negatif. Kebalikan dari emosi negatif, emosi positif justru memberikan energi dan bersifat labil.
Semangat, kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian merupakan pertanda bahwa Anda diliputi emosi positif. Tantangan yang biasanya muncul saat mengambil sebuah keputusan adalah munculnya dua emosi atau lebih baik yang bersifat negatif ataupun positif. Emosi negatif Anda mendorong untuk membuat suatu keputusan tetapi emosi positif Anda menahannya. Keinginan untuk membuat keinginan tertentu agar dapat memperoleh keuntungan pribadi bisa jadi merupakan dorongan emosi negatif. Pada kutub yang berlawanan, emosi positif anda menahannya. “ Apa kata anak- anakmu seandainya mereka tahu perbuatan ayahnya ?”
Demikian suara di dalam hati Anda. Hal sebaliknya bisa terjadi. Emosi positif Anda mendorong untuk membuat suatu keputusan tetapi emosi negatif Anda menahannya. “Berikan penghargaan pada karyawan yang rajin.” Namun emosi negatif Anda melawannya. “Itukan sudah tugasnya dia, kalau sedikit-sedikit penghargaan, lama-lama bisa bangkrut perusahaan ini.” Dua jenis emosi dari dua kutub yang berbeda beradu tiba-tiba saja ,jiwa Anda berteriak dan hati nurani Anda tersentak. Keputusan mana yang harus Anda pilih? Disatu kutub,hasrat Anda begitu menggebu. Di kutub yang lain, Anda tahu mana yang lebih benar dan tepat untuk Anda lakukan. Godaan yang paling kuat biasanya muncul dari sebuah kalimat sederhana yaitu “ Yang penting enak”. Kenikmatan dan kepuasan sesaat itulah biasanya yang menimbulkan penderitaan berkepanjangan.
Bila Anda tidak bisa memilih yang baik dari yang buruk maka mungkin Anda berada dalam dominasi emosi negatif yang luar biasa. Bila Anda bisa memilih yang baik dari yang buruk,maka Anda masih bisa mengatasi pengaruh emosi negatif. Namun pilihan yang harus Anda buat tidaklah selalu seperti memilih putih dari hitam atau memilih yang baik dari yang buruk. Bagaimana Anda bisa memilih yang paling baik dari yang baik atau lebih sulit lagi bagaimana paling baik dari yang baik atau lebih sulit lagi bagaimana Anda memilih yang buruk dari yang lebih buruk?. Sesungguhnya, hati nurani Anda mengetahuinya tantangannya,apakah Anda mau mendengarkannya? Bila Anda masih ragu, cobalah untuk melupakan sejenak apa yang sedang Anda putuskan. Carilah suasana yang baru dan berusahalah untuk menenangkan diri Anda. Mencari petunjuk yang Maha Kuasa dan berdoa dan mendekatkan diri kepada Nya tentu saja merupakan hal yang sangat baik dan dianjurkan pada saat-saat seperti ini. Setelah perasaan damai meliputi diri Anda maka Anda telah siap untuk membuat sebuah keputusan . Selamat memutuskan semoga kebaikan mengikuti Anda.

