MEMORY AND FORGETTING

MEMORY AND FORGETTING

Oleh : Dwisari Harumingtyas

Pepatah Cina kuno yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, yang bunyinya sebagai berikut :

Saya mendengar, maka saya lupa,

Saya melihat, maka saya ingat,

Saya melakukan, maka saya memahami

Pepatah tersebut sejalan dengan modalitas gaya belajar siswa yang berbeda-beda yaitu : visual ,audiotorial atau kinestesis. Karena siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda maka agar siswa memperoleh hasil belajar yang baik, seorang guru harus bervariasi dalam mengembangkan metode mengajar.

Pembahasan masalah pada makalah ini adalah :

1. Apa yang dimaksud dengan memory atau ingatan itu?

2. Sejak kapan manusia memiliki kemampuan mengingat?

3. Faktor apa saja yang mempengaruhi daya ingat?

4. Kondisi yang bagaimana menjadikan manusia lupa atau tidak ingat lagi?

5. Bagaimana proses mengingat itu berlangsung pada diri seseorang?

6. Bagaimana penerapan memory dan forgetting dalam proses pembelajaran ?

1. Pengertian Memory atau ingatan

Memory atau ingatan adalah penarikan kembali informasi yang pernah diperoleh sebelumnya. Berdasarkan lamanya waktu mengingat ada tiga macam retensi informasi yang pernah diperoleh sebelumnya untuk dapat disimpan yaitu: (1) beberapa saat saja; (2) beberapa waktu; dan(3) jangka waktu yang tidak terbatas.

Perbedaan mengingat dan menghafal

Mengingat tidak sama dengan menghafal, seorang mahasiswa S2

mungkin hafal bahan yang diujikan, sesudah ia lulus ia tidak ingat lagi

bahan itu. Jadi “ingat” selangkah lebih maju dari menghafal. Bagi

beberapa orang dengan menggunakan “kunci” atau cara tertentu

dapat memudahkan mengingat dan menghafalkan.

Menghafal atau memahami bahan sering digunakan bersama-sama. Alat bantu mengingat,diantara yang sudah diketahui adalah jembatan keledai yaitu membuat sutu kata atau singkatan yang ,mudah diingat untuk mengingat suatu yang panjang. Seperti untuk menentukan besarnya resistan pada resistor (komponen elektro) yang dibedakan atas warna yang disingkat MEJIKU HIBINIU (Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu) akan lebih mudah diingat daripada tanpa disingkat. Untuk mengingat tentang fungsi dan peranan kepala sekolah maka dihafal kata EMASLIM singkatan dari kata Educator, Manager, Administrator, Stimulator, Leader, Inovator dan Montivator.

Teknik belajar bahasa adalah resitasi yaitu pengulangan terus

menerus sehingga bukan hanya hafal akan suatu hal tapi juga

meresap dalam diri pribadi menjadi bagian hidup seseora. Hampir 80% waktu untuk belajar bahasa pada tahap awal harus digunakan ini.

Ada 3 hal yang harus dikuasai dalam belajar bahasa asing yaitu: (1)

belajar membaca dan menerjemahkan dalam bahasa sendiri; (2)

dapat menangkap pembicaraan; (3) belajar bercakap-cakap dalam

bahasa asing. Jika pan perkembangan pada usia SD menurut Piaget adalah tahap praoperasional kongkrit bahwa anak-anak sudah dapat berfikir logis terhadap sesuatu. Seorang guru yang mengajar dikelas 1 SD dengan hanya ceramah (verbalisme) dalam menerangkan konsep pertambahan pada matematika, tidak akan membuat siswa berkembang secara maksimal. Akan berbeda hasilnya apabila guru menggunakan benda kongkret sebagai media untuk menyampaikan materi misalnya memakai media lidi , jari tangan , kelereng warna warni, siswa akan mudah mengerti dan mengingatnya.

Untuk siswa yang telah memasuki SLTP pelajaran hafalan perlu ditinggalkan dan diganti dengan metode pemahaman. Hanya untuk pelajaran bahasa, terutama bahasa asing Teknik resitasi mutlak diperlukan, karena pengulangan-pengulangan terus menerus akan membuat pelajar menjadi hafal.

2. Sejak kapan manusia mulai mampu mengingat?

B elum diketahui secara pasti sejak usia kapan seorang manusia mampu mengingat. Menurut pola perkembangan Kognitif dari Jean Piaget kegiatan intelektual seperti mengingat berada pada tahap sensori motor yaitu sejak usia 0,0 – 2,0 tahun. Kegiatan intelektual pada tahap ini hampir seluruhnya mencakup gejala yang diterima secara langsung melalui indera. Seorang bayi akan hafal dan ingat yang mana ibunya melalui suara, warna suara, volume, intonasi juga sentuhan yang diterimanya melalui belaian, usapan, juga dekapan.

Dengan bertambahnya usia bayi maka bertambah pesat juga perkembangan intelektualnya.

3. Faktor faktor yang mempengaruhi daya ingat

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi daya ingat, yaitu :

1. Keadaan kesehatan seseorang. Seorang yang dalam keadaan sehat jasmani dan rohani mempunyai kemampuan mengingat yang besar dibandingkan seorang yang sedang sakit. Kemampuan untuk berkonsetrasi mempengaruhi retensi informasi.

2. Mood saat kejadian berlangsung. Mood dipengaruhi oleh suasana hati, Minat mengerjakan sesuatu tergantung pula dari motivasi baik dari dalam (intrinsik) maupun dari luar (ekstrinsik). Menumbuhkan minat dan meyakinkan bahwa sesuatu yang dipelajari itu penting dan bermanfaat bagi kehidupannya kelak akan mempengaruhi mood seseorang.

3. Kesan saat proses kejadian berlangsung. Kesan mendalam akan diperoleh seseorang melalui indera baik penglihatan, pendengaran, penciuman, pencicipan, perabaan dan tak kalah pentingnya adalah keterlibatan hati dan perasaan.

4. Adanya media dan sarana pendukung. Retensi terhadap suatu informasi dipengaruhi oleh adanya media atau alat bantu. Benda- benda nyata dapat diindera sehingga kerja otak besar untuk mengingat lebih aktif lagi.

5. Situasi dan kondisi lingkungan disekitar kita. Pengaruh lingkungan sangat penting dalam proses penerimaan informasi. Tetapi bersifat individuil. Ada yang senang dan memilih belajar saat suasana sepi dimalam hari, ada juga yang terbiasa belajar dengan ditemani suara kaset. Pada umumnya suasana yang hiruk pikuk, bising, keadaan lalu lalang, pencahayaan yang kurang akan mempengaruhi konsentrasi seseorang.

4. Kondisi yang menjadikan forgetting atau lupa.

Dalam retensi informasi seperti yang telah disampaikan di atas dibedakan ada 3, yaitu ada yang hanya beberapa saat saja, beberapa waktu saja dan jangka waktu yang tidak terbatas. Keadaan ini dipengaruhi oleh kerja otak besar kita mulai saat menerima informasi,mengolah informasi, menyimpan informasi dan menyampaikan informasi saat diperlukan. Lupa merupakan keadaan yang tidak dikehendaki, dan bisa dikatagorikan penyakit yang sulit disembuhkan. Lupa bisa dikarenakan dalam keadaan tertentu waktu bersamaan banyak informasi yang harus disimpan dan dikeluarkan sehingga tidak semuanya sesuai dengan yang diharapan. Melupakan adalah keadaan yang sengaja karena niat tertentu dan memang tidak dikehendaki lagi.

5. Bagaimana proses mengingat itu berlangsung pada diri seseorang.

Proses mengingat pada diri seseorang merupakan kerja dari sistem koordinasi sehingga terjadi perubahan dalam tubuh, yang menjadi penyebabnya adalah adanya rangsang. Adapun alat yang mampu menerima rangsang disebut indera (reseptor). Rangsangan dapat berasal dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh. Rangsangan dari luar tubuh misalnya bau, rasa pahit manis asam asin, sentuhan, cahaya, suhu, tekanan, ataupun gaya berat. Rangsangan dari dalam tubuh sendiri dapat berupa antara lain rasa lapar, kenyang, nyeri dan kelelahan. Rangsangan yang diterima oleh reseptor akan dihantarkan ke sistem syaraf pusat oleh neuron sensorik dan tanggapan akan disampaikan oleh neuron motorik ke efektor misalnya otot dan kelenjar.

Proses mengingat merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sistem saraf pusat tepatnya adalah bagian otak besar (serebrum), secara lengkap fungsi

otak besar adalah mengendalikan kegiatan-kegiatan sadar seperti belajar, berfikir, kepribadian, berbahasa dan ingatan. Oleh karena itu otak besar sangat penting peranannya dalam proses mengingat. Adanya trauma pada bagian kepala seperti benturan keras juga gangguan gangguan pada otak pada masa pertumbuhan sel otak ( sejak dalam kandungan sampai usia balita), adanya food aditif serta obat-obatan psikotropika/narkoba, akan mempengaruhi fungsi otak besar kita.

Untuk mempertinggi daya ingat agar retensi terhadap informasi lebih lama haruslah dioptimalkan rangsangan-rangsangan dari luar dan diminimalkan rangsangan-rangsangan dari dalam tubuh. Pada prakteknya disarankan sebelum belajar kesekolah siswa harus sarapan dengan porsi yang cukup, sebelum mengulang pelajaran malam hari di rumah ,perut tidak dalam keadaan terlalu kenyang ,dihindari kelelahan saat akan belajar dan mengobati penyakit yang diderita sehingga tehindar dari gangguan yang berasal dari dalam tubuh .

6. Penerapan memory dan forgeting dalam proses pembelajaran

Kemampuan untuk mengingat yang lebih maju dari pada

hafalan, ternyata masih diperlukan bagi para pembelajar dari segala

tingkatan, tentu saja guru harus pandai membuat pelajaran agar

melekat terus pada ingatan anak. Ada beberapa hal yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran yaitu :

a. Hendaknya menyampaikan tujuan pembelajaran pada awal pertemuan.

b. Menggunakan berbagai variasi dalam metode pembelajaran

c. Menggunakan bahasa dan tulisan serta simbol-simbol yang menarik dengan porsi seimbang.

d. Menggunakan alat bantu atau media pembelajaran, misalnya belajar berhitung dengan media sempoa.

e. Menjelaskan hal-hal yang dianggap penting secara berulang ulang bila perlu siswa mengulang kata kata asing/ sulit.

f. Membuat “kata kunci” agar mudah diingat.

g. Melibatkan sebanyak mungkin indera dalam proses pembelajaran.

h. Mengkondisikan kelas dalam keadaan bersih, jauh dari kebisingan, penerangan yang cukup.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.